Rilisan Baru

The Kuda Rilis Maxi-Single Empat Lagu, Pemanasan Menuju Album Penuh 2027

Kuartet punk asal Bogor, The Kuda, resmi merilis maxi-single berisi empat lagu baru sebagai gambaran awal dari album penuh mereka yang dijadwalkan tuntas pada awal 2027. Keempat lagu tersebut adalah “Kesurupan”, “Ganyang”, “Perak”, dan “Sarap”, yang sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital sejak 4 September 2026. Perilisan ini datang lima bulan setelah The […]

Bagikan artikel
The Kuda
The Kuda

Kuartet punk asal Bogor, The Kuda, resmi merilis maxi-single berisi empat lagu baru sebagai gambaran awal dari album penuh mereka yang dijadwalkan tuntas pada awal 2027. Keempat lagu tersebut adalah “Kesurupan”, “Ganyang”, “Perak”, dan “Sarap”, yang sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital sejak 4 September 2026.

Perilisan ini datang lima bulan setelah The Kuda melepas single “Algojo”. Band yang kini digawangi oleh Adipati (vokal), Andi “Idam” Fauzi (gitar), Gilang “Ebel” Gunawan (bass), dan Iskandar “Otot” Iklas (drum) ini memilih strategi merilis materi secara bertahap, alih-alih langsung melempar album penuh dalam satu waktu.

Perkenalan Bertahap Sebelum Album Penuh

Menurut Gilang, keputusan membagi materi baru menjadi dua tahap ini didasari keinginan agar pendengar tidak kaget saat album penuh nantinya rilis. Maxi-single ini diposisikan sebagai jembatan, semacam perkenalan awal sebelum publik mendengarkan keseluruhan materi dalam format album.

Bagi The Kuda, strategi ini juga berdampak pada ritme kerja kreatif mereka. Dengan membagi rilisan menjadi dua bagian, band merasa lebih terdorong untuk tetap produktif tanpa harus menunggu seluruh sepuluh lagu sisanya rampung terlebih dahulu.

Album penuh yang direncanakan meluncur awal 2027 nantinya akan berisi total 14 lagu, gabungan dari empat lagu di maxi-single ini ditambah sepuluh lagu baru lainnya.

Kegelisahan Sebagai Sumber Materi

Secara tematik, empat lagu dalam maxi-single ini banyak berbicara soal isu sosial dan politik, tekanan dalam dunia kerja, hingga dinamika pertemanan seiring seseorang memasuki fase dewasa. Tema-tema tersebut lahir dari pengalaman pribadi para personel dalam menjalani keseharian mereka.

Adipati, yang berperan sebagai vokalis sekaligus penulis lirik, menyebut proses kreatif ini banyak dipengaruhi oleh kegelisahan dan amarah yang terpendam. Ia menilai kondisi sosial belakangan ini justru menghadirkan lebih banyak kesulitan ketimbang kemudahan, dan hal itulah yang kemudian ia tuangkan menjadi rangkaian lirik untuk materi baru The Kuda.

Proses penulisan lirik sendiri digambarkan sebagai upaya mengumpulkan serpihan kata dan gagasan yang muncul dari pengalaman personal, sebelum akhirnya disusun menjadi lagu-lagu utuh yang akan mengisi album mendatang.

Dirilis Lewat Disaster Records, Hadir dalam Format Fisik

Maxi-single ini dirilis melalui Disaster Records, label rekaman asal Bandung yang menaungi materi terbaru The Kuda. Selain tersedia di platform streaming, keempat lagu ini juga akan hadir dalam format fisik berupa kaset pita, lengkap dengan sejumlah merchandise khusus yang disiapkan untuk menyambut peluncuran ini.

Dengan makin dekatnya jadwal rilis album penuh pada awal 2027, maxi-single “Kesurupan”, “Ganyang”, “Perak”, dan “Sarap” menjadi penanda arah musikal The Kuda ke depan, sekaligus bukti bahwa band ini masih konsisten menyuarakan kegelisahan lewat musik punk yang menjadi ciri khas mereka sejak awal berkarya.

Penulis

Tim Redaksi IDChord menghadirkan chord, lirik, dan kabar musik Indonesia yang akurat dan mudah dipelajari, baik untuk pemula maupun gitaris berpengalaman.