Berita Musik

Musixmatch Rilis Pro for Labels, Solusi Pengelolaan Lirik untuk Industri Label Rekaman

Musixmatch, memperkenalkan lini produk baru bernama Pro for Labels yang dirancang untuk membantu label rekaman.

Bagikan artikel
tangkap layar musixmatch
tangkap layar musixmatch

Perusahaan teknologi lirik asal Italia, Musixmatch, memperkenalkan lini produk baru bernama Pro for Labels pada 2 September 2026. Produk ini dirancang untuk membantu label rekaman — mulai dari label independen berskala kecil hingga perusahaan besar dengan ribuan artis — mengelola seluruh siklus lirik lagu dalam katalog mereka, mulai dari penulisan, sinkronisasi waktu tayang, penerjemahan ke berbagai bahasa, hingga distribusi ke layanan streaming digital (DSP) dan platform media sosial.

Lirik Sebagai Senjata Baru Melawan Persaingan Streaming

Peluncuran ini tidak lepas dari tekanan yang dihadapi label rekaman saat ini. Musixmatch mengutip riset MIDiA Research yang menunjukkan bahwa 77 persen pelaku industri label mengaku semakin kesulitan mempertahankan perhatian pendengar di tengah membanjirnya konten di layanan streaming musik.

Bagi Musixmatch, lirik dipandang sebagai salah satu alat paling efektif untuk membangun keterikatan emosional antara pendengar dan artis. Perusahaan mengklaim bahwa pendengar yang aktif berinteraksi dengan lirik dan proses kreatif di baliknya memiliki peluang hampir empat kali lebih besar untuk membeli merchandise, serta dua kali lebih besar untuk datang ke pertunjukan langsung dibanding pendengar pasif.

“Hubungan jangka panjang dengan penggemar tidak lahir hanya dari mendorong mereka mendengarkan lebih banyak lagu, melainkan dari memberi ruang bagi kedekatan emosional yang lebih dalam,” ujar Rio Caraeff, Co-President Musixmatch, saat menjelaskan filosofi di balik produk ini.

Satu Platform untuk Semua Kebutuhan Katalog Lirik

Pengelolaan lirik dalam skala besar bukan perkara mudah. Label dengan ratusan atau ribuan judul lagu kerap kesulitan melacak materi yang belum lengkap, belum diterjemahkan, atau belum disinkronkan — pekerjaan yang selama ini banyak dilakukan secara manual.

Pro for Labels menjawab tantangan itu dengan menggabungkan beberapa lapisan teknologi dalam satu dasbor: transkripsi dan sinkronisasi lirik berbasis AI, kurasi oleh tim profesional, jaringan distribusi global ke DSP dan platform sosial mitra Musixmatch, serta sistem audit katalog yang otomatis menandai celah atau materi yang perlu dilengkapi.

Fitur audit ini memungkinkan tim label memindai seluruh katalog dan langsung mengetahui lagu mana saja yang lirik atau terjemahannya belum tersedia. Label juga dapat menyiapkan dan menyinkronkan lirik sebelum lagu dirilis ke publik, mengatur alur penerjemahan multi-bahasa, lalu mendistribusikannya secara otomatis — baik sepenuhnya lewat AI maupun dengan sentuhan kurator manusia.

Di luar fungsi manajemen katalog, platform ini juga dilengkapi alat untuk membuat materi promosi berbasis kutipan lirik yang siap dipakai di kanal digital dan media sosial, serta dasbor analitik yang memusatkan data streaming dan memungkinkan perbandingan performa artis antar kanal maupun wilayah geografis.

Salah satu integrasi utamanya adalah dengan Music Lens, teknologi analisis katalog berbasis AI yang lebih dulu diluncurkan Musixmatch pada November 2025. Lewat integrasi ini, tim label dapat mengajukan pertanyaan langsung ke sistem soal katalog mereka dan mendapatkan wawasan atau peluang bisnis dari data yang selama ini mungkin belum tergali.

Dari Fase Beta ke Ekspansi Bisnis

Musixmatch menyebut lebih dari 400 label telah menjajal Pro for Labels selama masa beta, menambah basis lebih dari 1.000 perusahaan rekaman yang sudah lebih dulu memakai layanan Musixmatch Pro sejak diluncurkan pertama kali pada 2021 — saat itu bertepatan dengan ekspansi Musixmatch ke bisnis distribusi lirik.

Berbasis di Bologna, Musixmatch sendiri telah membangun teknologi dan basis data musik selama lebih dari 16 tahun. Basis data mereka kini digunakan oleh lebih dari 250.000 pemilik hak cipta dan penerbit musik, serta mencakup karya hampir tiga juta penulis lagu dalam lebih dari 250 bahasa.

Langkah Pro for Labels juga menyusul sejumlah inisiatif Musixmatch di ranah hak cipta dan AI. Pada Oktober 2025, perusahaan menandatangani perjanjian lisensi AI dengan tiga penerbit musik raksasa — Sony Music Publishing, Universal Music Publishing Group, dan Warner Chappell Music — yang mencakup lebih dari 15 juta karya. Selanjutnya pada Maret 2026, Musixmatch meluncurkan Sentinel, layanan pendeteksi penggunaan lirik berhak cipta dalam konten buatan AI maupun konten pengguna, dengan platform musik berbasis AI, Suno, tercatat sebagai pelanggan pertamanya pada Agustus 2026.

Bagi Suno, kehadiran Sentinel disebut memberi visibilitas lebih besar terhadap materi berhak cipta yang muncul dalam prompt pengguna — data yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung proses moderasi, kepatuhan, dan pengambilan keputusan produk di platform tersebut.

Penulis

Adi Gunawan adalah Jurnalis pemerhati musik di tanah air.